Jumat, 16 September 2011

BISAKAH ANDA MENJAWAB DENGAN BENAR?


SOAL
1.        Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memperkirakan sebanyak 400 ribu pengunjung hadir menjelang Tahun Baru 2009. Perkiraan ini dirasa tidak berlebihan mengingat membludaknya pengunjung pada tahun lalu. Sebagai daya tarik pengunjung, pengelola   menyiapkan berbagai acara hiburan dengan tema "Pesta Rakyat", di antaranya pesta kembang api.
Gagasan utama paragraf tersebut adalah ...
A.    pesta kembang api di TMII
B.    membludaknya pengunjung TMII
C.   perkiraan jumlah pengunjung TMII
D.   daya tarik  pengelola TMII

2.      Perayaan Tahun Baru yang berlangsung meriah di Jakarta meninggalkan sejumlah persoalan. (2) Satu di antara persoalan tersebut adalah rusaknya sejumlah taman kota di Jakarta. (3) Kerusakan taman ini seperti terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta. (4) Hampir semua tanaman hias yang berada di area tersebut rusak akibat terinjak-injak ribuan pengunjung.
Kalimat utama paragraf tersebut ditandai dengan nomor ...
A.    (1)                                C.  (3)
B.     (2)                                D.  (4)

3.      Pemerintah ingin tetap konsekuen menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bila harga BBM di tingkat internasional menurun, pemerintah baru akan mengambil kebijakan menurunkan harga BBM bersubsidi di dalam negeri sesuai tingkat yang wajar. Langkah ini ditempuh untuk meringankan beban masyarakat.

Kritik terhadap isi paragraf tersebut  adalah ...
A.   Sudah kewajiban pemerintah untuk menurunkan harga.
B.   Pemerintah harus konsekuen menurunkan harga.
C.   Pemerintah tak perlu menunggu untuk menurunkan harga.
D.   Sudah sewajarnya pemerintah menurunkan harga.

4.   Cermati kutipan teks berita berikut!
Teks Berita 1
Teks Berita 2
Menjelang akhir tahun dan menyambut tahun baru, Kapolres Bogor meminta pengguna kendaraan untuk tidak melalui jalur Puncak. Pengguna kendaraan diminta mencari jalan alternatif. Hal itu untuk menghindari kemacetan di jalur Puncak.
Kapolres Bogor meminta pengguna kendaraan dari wilayah Jabodetabek yang menuju kota Bandung dan sekitarnya tidak melalui jalur Puncak. Para pengguna kendaraan diminta melalui tol Cipularang atau lewat jalur Sukabumi.

Kesamaan informasi kedua teks tersebut adalah ...
A.          Pengguna kendaraan diminta tidak melewati jalur Puncak.
B.           Rencana pemberlakuan satu jalur di Puncak menjelang tahun baru..
C.           Pengalihan tujuan pengguna kendaraan yang menuju Bandung.
D.          Padatnya pengguna kendaraan dan rencana pengalihan pada akhir tahun

5.      Usaha manajemen Sriwijaya FC (SFC) untuk mendapatkan striker Budi Sudarsono tinggal selangkah lagi. Kesepakatan harga sudah dicapai, tinggal menunggu tanda tangan kontrak. Budi akan dikontrak selama setengah musim atau hingga putaran kedua Liga Super berakhir. Meskipun demikian, manajemen  SFC tidak akan melakukan pencoretan pemain lama.
Informasi yang merupakan isi teks berita tersebut adalah ...
A.   Manajemen SFC mendapatkan Budi Sudarsono.
B.   Harga kontrak tidak disepakati SFC dan Budi Sudarsono.
C.   Budi Sudarsono akan dikontrak SFC setengah musim.
D.   Budi Sudarsono telah menandatangani kontrak dengan SFC.  

6.Cermati kutipan teks berita berikut!
  1. Teks Berita 1
  1. Teks Berita 2
Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengimbau kepada pengendara dari Jabodetabek yang hendak berkunjung ke Puncak agar berangkat sebelum pukul 13.00 menjelang tahun baru. Hal ini berkaitan dengan rencana penutupan jalur menuju Puncak sejak pukul 13.00. Imbauan ini, sebelumnya sudah disosialisasikan ke sejumlah hotel, penginapan, dan warga setempat.
Guna menghindari kemacetan di jalur wisata Puncak, Polisi sudah menyediakan jalur alternatif. Kasat Lalu Lintas Polres Bogor mengharapkan para Pelancong dengan tujuan Puncak Cisarua agar mengusahakan tiba di tujuan sebelum pukul 13.00 WIB. Ini berkaitan dengan rencana pemberlakuan arus lalu lintas satu jalur.

        Perbedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah ...
A.    teks I diawali dengan siapa, teks II diawali mengapa.
B.     teks I diawali dengan apa, teks II diawali bagaimana.
C.     teks I diawali dengan mengapa, teks II diawali bagaimana.
D.    teks I diawali dengan apa, teks II diawali mengapa.


7. Sebagai ketua panitia lokakarya, Sumarni harus mempersiapkan pidato penutupan sekaligus pelaporan.
     Rencananya setelah mengucapkan salam ia mencoba menyampaikan sebuah pantun.

     Pantun yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ….
 a.   Kalau ada jarum yang patah
      Jangan disimpan di dalam peti
      Kalau ada kata yang salh
      Jangan disimpan dalam hati   
  

b.   Piring kaca berisi ketan
      Diberi acar campur gula
      Izinkan saya memberi sambutan 
      Sebelum lokakarya kita buka

c.   Ikan mas hidup di kolam
      Diberi makan gadis kerempeng
      Tertawa terkekeh dari dalam
      Melihat anjing pakai topeng
 
d.   Kalau ada sumur di ladang
      Boleh kita menumpang mandi
      Kalau ada umur panjang
      Kita akan berjumpa lagi
 
8.    (1) Udara di Bogor terasa dingin.  (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya. (3) Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 24ÂșC. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat  di papan informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.
Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor ....
  1. (1) dan (2)                   C.  (2) dan (3)
  2. (1) dan (3)                   D.  (2) dan (4)
9. Pada umumnya, sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Biasanya, terkait dengan tanda-tanda penyakit saluran napas lainnya. Seperti, hidung tersumbat atau batuk. Kebanyakan sakit tenggorokan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu agar lebih nyaman ketika sakit, dapat dilakukan dengan minum air hangat yang diberi air perasan jeruk lemon dan madu.
Simpulan paragraf tersebut yang tepat adalah ...
A.    Penyakit tenggorokan disebabkan kebanyakan oleh virus.
B.     Tanda-tanda penyakit tenggorokan adalah hidung tersumbat.
C.     Usaha meringankan rasa sakit ketika menderita sakit tenggorokan.
D.    Sakit tenggorokan dapat dikurangi dengan minum air perasan jeruk lemon.

10.        Bacalah kutipan tajuk berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 11 s.d. 13!
Pemerintah kembali menurunkan bahan bakar minyak (BBM) terutama jenis premium. Bersamaan dengan penurunan harga premium untuk kedua kalinya, harga bahan bakar jenis solar pun diturunkan. Harga minyak dunia yang terus merosot mendorong munculnya kebijakan penurunan BBM.
Kalangan industri mestinya sudah bisa  menghitung kembali biaya produksi yang berujung pada penurunan harga. Apalagi, harga bahan bakar industri pun mengalami hal yang sama.
Dengan turunnya harga premium dan solar, diharapkan harga kebutuhan pokok ikut turun. Dengan demikian, daya beli publik terangkat, diikuti peningkatan konsumsi yang mendorong peningkatan produksi. Hal itu mampu memperkecil peluang terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Gagasan utama tajuk tersebut adalah ...
A.          penurunan harga BBM hendaknya diikuti harga kebutuhan pokok
B.           penurunan harga premium diikuti solar dan pertamax
C.           kebutuhan pokok tergantung jenis BBM yang digunakan
D.          turunnya BBM meningkatkan produksi dalam negeri

11.          Letak kalimat fakta pada tajuk tersebut adalah ...
A.          paragraf I kalimat II
B.           paragraf II kalimat I
C.           paragraf III kalimat I
D.          paragraf III kalimat III

12.     Penulis pada kutipan tajuk tersebut kepada ....
A.    pemerintah                  C. produsen
B.     pengusaha                   D. pekerja

13.    Simpulan isi tajuk tersebut adalah ...
  1. Biaya produksi yang menurun tidak diikuti harga solar.
  2. Penurunan harga premium diikuti harga kebutuhan.
  3. Harga minyak dunia yang  turun tidak diikuti pemerintah.
  4. Konsekuensi penurunan harga BBM mampu memperkecil PHK.
14.         Cermati tabel berikut!
Luas Lahan Tanaman dan Produksi Perkebunan  Tahun 2006
Kabupaten
Karet
Kelapa Sawit
Luas (ha)
Produksi (ton)
Luas (ha)
Produksi (ton)
Sambas
-
-
7.819
6.623
Landak
3.230
765
11.924
30.243
Pontianak
-
-
12.467
4.285
Kapuas Hulu
1.252
165
5.176
680

Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada tabel tersebut adalah ...
  1. Bagaimana tiap kabupaten menaikkan produksi perkebunan?
  2. Berapa luas lahan kelapa sawit di Kabupaten Sambas?
  3. Berapa ton karet yang dijual tiap tahun?
  4. Mengapa Kabupaten Pontianak tidak memiliki lahan karet?
15.  Bacalah puisi berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 16!
... 
Wahai sahabat
Untuk slamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
...

Tema puisi tersebut adalah ...
  1. Persahabatan               C.  Kelelahan
  2. Perdamaian                 D.  Kepercayaan
16.  Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ...
A.    semangat                     C. tegang
B.     sunyi                            D. gembira

17.  Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 18 s.d. 19!
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1) "Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji  menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2) Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia.  Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3) ”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)
Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...
A.    (1)                                C. (3)
B.     (2)                                D. (4)

18.    Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
  1. Seorang ibu yang berjanji tidak akan meninggalkan anaknya lagi.
  2. Penyesalan seorang ibu yang telah meninggalkan anaknya.
  3. Seseorang yang tak tega melihat anak terlantar.
  4. Gelandangan yang ditemukan tewas di kolong jembatan.
19.  Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
  1. Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.
  2. Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.
  3. Tidak ada kata terlambat  untuk memaafkan.
  4. Kita harus menghormati ibu yang telah melahirkan.
20.  Bacalah kedua kutipan novel berikut dengan saksama!
Kutipan I
Difa pun mengangguk. Di perjalanan pulang, Difa berpikir, Yanto telah salah menilai Abah. Abah itu ramah. Selain itu lucu,  perutnya yang buncit berguncang saat ia tertawa.
Kutipan II
Aku paling sebal kalau adikku bertanya-tanya terus. Padahal aku sedang berkonsentrasi belajar.
“Kevin, jawab dong, kalau adikmu tanya!” seru mamaku. Selalu itu teriakan mama, jika aku tidak menggubris pertanyaan adikku.
Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah ...

Kutipan I
Kutipan II
A
Tokoh yang terlihat banyak
Tokoh yang terlihat dua
B
Sudut pandang diaan
Sudut pandang akuan
C.
Latar tidak jelas
Latar jelas
D
Amanat jelas
Amanat tidak jelas

21. Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 22 dan 23!
(1) Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.
Bukti nilai moral terdapat pada kalimat bernomor ...
A. (3)                                 C.  (5)
B. (4)                                 D.  (6)

22.    Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...
A.    pemalu                         C. berjiwa besar         
B.     sombong                      D. angkuh

23.  Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 24 dan 25!
                                 Masut       :   Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku.
                    Apalah artinya diriku  andaitidak ada guru.
Guru         :   Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai
                    ilmu hanya sedikit,namun tetap harus  diberikan kepada
                    orang lain.(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut :  Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat
                    (menyodorkan cangkir)
Guru         :   Bisa saja istri kamu, Ut.

 
                                              Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
A. santai                            C.  tegang
B. haru                              D.  seram

24. Latar tempat kutipan drama tersebut adalah ....
A. rumah guru                   Cruang kerja
B. rumah Masut                D.  ruang kelas

25.    Setelah satu semester menunggu, Sabtu, 20 Desember 2008 tepatnya pukul 08.30, rapor dibagikan oleh wali kelas. Andi Gunawan, peringkat pertama di kelas IX-9. Pengumuman itu mewujudkan impian Andi selama ini. Andi bersyukur kepada Tuhan.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, kalimat yang tepat untuk ditulis dalam buku harian adalah ...
A.   Sabtu, 20 Desember 2008. Andi  diumumkan sebagai peringkat pertama di kelas. Akhirnya, impian Andi terwujud. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doanya. 
B.   Sabtu, 20 Desember 2008, tepatnya pukul 08.30. Wali kelas mengumumkan bahwa Andi mendapat prestasi yang membanggakan di kelas IX-9. Andi peringkat pertama di kelas.
C.   Sabtu, 20 Desember 2008.  Saat pembagian rapor di kelas IX-9. Saya bangga karena Andi mendapat peringkat pertama. Hal itu,  sangat membanggakan bagi Andi.
D.   Sabtu, 20 Desember 2008, tepatnya pukul 08.30. Namaku diumumkan sebagai peringkat pertama di kelas. Wow ... akhirnya, impianku terwujud. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doaku. 

26.  Kepala Sekolah meminta kepala tata usaha membuat undangan rapat pembentukan panitia penerimaan siswa baru. Undangan itu ditujukan kepada staf dan guru.

Isi pesan yang tepat sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah …
A. Buat laporan rapat pembentukan panitia penerimaan siswa baru untuk staf dan  guru.
a.       Segera buat undangan rapat pembentukan panitia penerimaan siswa baru, untuk staf dan guru.
b.      Buat daftar hadir rapat pembentukan panitia penerimaan siswa baru untuk staf dan  guru.
c.       Rapat pembentukan panitia siswa baru untuk staf dan guru segera dilaksanakan.

27.    Hasil Lomba Kebersihan Kelas
SMP Harapan Tahun 2009
Juara
Kelas
Nilai
I
VII A
389
II
IX C
386
III
VIII B
368

Laporan yang tepat berdasarkan data tersebut adalah ...
  1. Hasil lomba kebersihan kelas, SMP Harapan tahun 2009 adalah sebagai berikut. Kelas VII A mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VIII B juara ketiga. Urutan nilainya adalah 389, 386, dan 368.
  2. Secara berturut-turut hasil kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 yaitu  Kelas VII A mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VIII B juara ketiga. Dengan jumlah perolehan nilai 386, 389, dan 368.
  3. Selama lomba kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 dapat dilaporkan sebagai berikut. Kelas VII A mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VIII B juara ketiga. Urutan nilainya adalah 386, 368, dan 389.
  4. Hasil lomba kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 adalah sebagai berikut. Kelas VIII B mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VII A juara ketiga. Perolehan nilainya adalah 389, 386, dan 368.
28.    (1) Ketika kami turun gunung, hujan salju bertambah lebat.
(2)   Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan.
(3)   Kesempatan yang baik itu, kami abadikan.
(4)   Pendakian itu kami lakukan, saat liburan kenaikan kelas.
(5)   Maklum baru pertama kali, di sana kami melihat hujan salju.
(6)   Perjalanan mendaki gunung tertinggi di Irian Jaya sungguh mengesankan.

Urutan kalimat tersebut yang tepat untuk laporan adalah ...
A.   (6), (4), (2), (1), (3), (5)
B.   (4), (3), (2), (5), (2), (1)
C.   (6), (5), (4), (3), (1), (2)
D.   (4), (3), (2), (6), (5), (1)
29.                                                                                 Jakarta, 14 Februari  2009

Untuk sahabatku Anggi,
Jalan Merdeka 12, Tarutung Medan

Salam kangen,
[…]
Semoga kamu sekeluarga sehat-sehat seperti halnya aku dan keluargaku.

Tidak terasa sudah setengah tahun kita berpisah, aku benar-benar kehilangan sahabat baik, sejak kepindahanmu.

                                          Sahabatmu,
                                          Inaara

Kalimat yang tepat untuk melengkapi surat pribadi tersebut adalah ...
  1. Senang dapat bersilaturahmi denganmu via surat.
  2. Kuharap kamu selalu dalam keadaan  bahagia.
  3. Hai, Anggi, bagaimana kabarmu sekarang?
  4. Hai Inaara keluargamu baik-baik saja bukan?



    SMP TUNAS MUDA
    Jalan Delman Utama Kebayoran Lama Jakarta Selatan
    Nomor  :  10/S.0300/G/11                              11 Februari  2011
    Hal       :   Undangan

    Yth. Para  Guru dan Karyawan
            SMP Tunas


    Dengan hormat,
    (2) -----------------------------------------------------------------
    ----------------------------------------------------------------------
    ----------------------------------------------------------------------
    ----------------------------------------------------------------------
    Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.   
          
                                         

                                                                                             
















                                                                                                                 30.  Isi surat yang tepat untuk mengisi  nomor (2) pada surat tersebut adalah ...
A.   Sehubungan dengan pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2011, kami  mengharap kehadiran Bapak /Ibu pada
hari, tanggal       :     Sabtu, 14 Februari 2011
waktu                 :     Pukul 08.00
tempat                :     Ruang M. Husni Tamrin
            acara                   :     Sosialisasi  UN TP   2011/2011
B.        Sehubungan dengan pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2011, kami  mengharap kehadiran Bapak /Ibu pada
        hari,tanggal        :     Sabtu , 14 Februari 2011
        waktu                 :     Pukul 08.00
        tempat                :     Ruang M. Husni Tamrin
        acara                   :     Sosialisasi Sertifikasi Guru
C.     Sehubungan dengan pelaksanaan Ujian Nasional 2011, kami  mengharap kehadiran Bapak /Ibu pada
hari,tanggal        :     Sabtu , 10 Februari 2011
waktu                 :     Pukul 20.00
tempat                :     Lapangan SMP Tunas
acara                   :     Sertifikasi Guru 2011
D.    Sehubungan dengan pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2011, kami  mengharap kehadiran Bapak /Ibu pada
hari,tanggal        :     Sabtu, 10 Februari 2011
waktu                 :     Pukul 08.00
tempat                :     Ruang M. Husni Tamrin
acara                   :     Sosialisasi  Guru

31.  OSIS SMP Sekar akan mengadakan Lomba Kebersihan. Ketua OSIS mengundang pengurus OSIS untuk rapat pembentukan panitia. Rapat tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu,  5 Februari 2009, pukul 14.00 di Ruang OSIS. 

    Isi surat resmi yang paling sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah...
  1. Kami mengharapkan kehadiran para pengurus OSIS SMP Sekar dalam rapat yang akan dilaksanakan pada
 hari, tanggal  :  Sabtu, Februari 2009
waktu           :  Pukul 13.00
tempat          :  Ruang OSIS
acara             :  Persiapan Lomba
  1. Teman-teman pengurus OSIS SMP Sekar harap hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan pada
hari, tanggal :  Sabtu, 5 April 2008
waktu              :  Pukul 14.00
tempat          :  Ruang Rapat
acara             :  Pembentukan Ketua
  1. Kami mengharapkan kehadiran pengurus OSIS SMP Sekar dalam rapat yang akan dilaksanakan pada
hari, tanggal :  Sabtu, 5 Februari 2009
waktu           :  Pukul 14.00
tempat          :  Ruang OSIS
acara             :  Pembentukan Panitia
  1. Para pengurus OSIS Sekar harap hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan pada
 hari, tanggal  : Sabtu, 10 Februari 2009
waktu              :  Pukul 13.00
tempat          :  Ruang Media
acara             :  Persiapan Bakti Sosial

32.   Untuk meningkatkan disiplin menjaga kebersihan lingkungan, OSIS SMP Idola mengadakan lomba kebersihan kelas.
Slogan yang tepat untuk kegiatan tersebut adalah...
A.   Jika semuanya bersih, hati ini bersih.
B.   Lingkungan bersih, nyaman di hati
C.   Ikuti lomba kesehatan sekolah kita.
D.   Hijau lingkunganku, hijau sekolahku.

33.    Masker wajah memiliki banyak fungsi sesuai dengan jenisnya. Masker lumpur dapat mengurangi lemak. Masker coklat dapat melembabkan kulit wajah. Masker bengkuang menghilangkan noda hitam dan membuat kulit wajah lebih berseri.

Menggunakan masker wajah dapat menghaluskan dan menyehatkan wajah. Gunakan secara teratur untuk hasil yang maksimal. Pergunakan jenis masker sesuai dengan manfaat yang ingin kita peroleh.

Rangkuman bacaan tersebut adalah...
A.     Masker membuat kulit wajah berseri.
B.     Fungsi masker dan penggunaannya.
C.     Gunakan masker sesuai dengan kulit.
D.     Masker lumpur mengurangi lemak.

34. Petunjuk Mengkritik Suatu Karya
(1) Miliki pengetahuan yang cukup tentang hal yang akan dikritik.
(2)  […]
(3)  Buat catatan objektif tentang kelebihan dan kekurangan.
(4)  […]
(5) Sampaikan kritik dengan bahasa yang santun.

Bagian nomor (2) dan (4) pada petunjuk tersebut tepat dilengkapi dengan kalimat ...
A.     (2) Mengkritik berarti memberikan penilaian yang objektif.
(4) Bila mendapat kritikan terima dengan hati yang lapang.
B.     (2) Pelajari dengan cermat karya yang akan dikritik.
(4)   Pikirkan kembali sebelum kritik disampaikan.

C.     (2)  Berikan bantahan jika kritikan tidak sesuai dengan fakta.
(4)   Pikirkan kembali sebelum kritik disampaikan.

D.    (2) Mengkritik berarti menilai dengan objektif dan masuk akal.
(4)   Kekurangan yang tidak objektif, dapat kita bantah.

35.      Perhatikan pernyataan berikut!
(1)   Ulangi beberapa kali sehingga mata kelihatan segar dan tidak bengkak.
(2)   Jika kapas itu kering, basahilah kembali.
(3)   Setelah itu basahilah dengan air es.
(4)   Ambil kapas secukupnya kemudian bagilah menjadi dua bagian.
(5)   Lalu diamkanlah beberapa menit.
(6)   Letakkanlah kedua kapas lembap tersebut pada kedua belah mata.

Petunjuk menghilangkan bengkak mata yang tepat adalah ....
A.     (4), (6), (2), (3), (5), (1)
B.     (4), (6), (1), (3), (2), (5)
C.     (4), (3), (5), (6), (1), (2)
D.     (4), (3), (6), (5), (2), (1)

36.   Dalam acara penglepasan siswa SMP Cempaka, Ahmad memberikan pidato sambutan mewakili siswa Kelas VII dan VIII.
Bagian isi pidato Ahmad yang tepat adalah ...
A.    Pertahankan prestasi kalian, agar orang tua kalian semakin bangga. Harapan saya, kalian lebih sukses pada masa mendatang.
B.    Pada kesempatan yang baik ini, saya ucapkan terima kasih. Semoga segala pengorbanan kalian, mendapat imbalan dari Tuhan.
C.    Berjuanglah terus sampai titik darah penghabisan. Seperti kata bijak, di mana ada kemauan, pasti  ada jalan kesuksesan.
D.    Kami mengucapkan selamat dan sukses  untuk Kakak. Semoga di jenjang yang lebih tinggi, Kakak lebih sukses.

37.
    
Terus terang, pagi ini kami sangat senang dan bahagia. Berhasil menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya adalah cita-cita kami.
Dalam kesempatan ini kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada ibu dan bapak guru yang telah membimbing kami. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa membalas jasa ibu dan bapak guru.
Kami sadar bahwa selama belajar di sekolah ini, kami sering berbuat kesalahan. Oleh karena itu, kami mohon maaf. Demikian pula untuk adik-adik kelas VII dan VIII, kami minta maaf atas semua kesalahan kami selama bergaul dan bermain bersama.
[…]

Bagian penutup untuk teks pidato tersebut adalah...
A.   Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Atas perhatian ibu dan bapak guru serta adik-adik, kami ucapkan terima kasih.
B.   Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Semoga kalian dapat melanjutkan ke sekolah pilihanmu. Atas perhatian semuanya, terima kasih.
C.   Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Atas perhatian kalian semua, bapak guru ucapkan terima kasih.
D.   Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Atas perhatian dan partisipasi dan sumbangan semuanya, kami ucapkan terima kasih.

38. Tema : Meningkatkan  prestasi belajar
Rumusan masalah yang tepat sesuai tema tersebut adalah...
  1. Siapa sajakah yang prestasi  belajarnya meningkat?
  2. Kapan kita dapat meningkatkan prestasi belajar?
  3. Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar?*
  4. Apakah dengan belajar dapat meningkatkan prestasi?
39.  Identifikasi masalah:
1.     Apakah sampah dapat dimanfaatkan?
2.      Bagaimana pengelolaan sampah agar bermanfaat?

Latar belakang karya ilmiah yang sesuai dengan identifikasi masalah tersebut adalah …
A.   Sampah selama ini dianggap sesuatu yang menjijikkan. Jika dikelola dengan baik, sampah akan bermanfaat bagi manusiaBagaimana mengelola sampah agar bermanfaat? Hal itu yang akan diteliti dalam karya ilmiah ini.
B.   Sampah   yang dikelola dengan baik menjadi salah satu alternatif pengganti minyak bumi yang kian menipis. Mari kita manfaatkan sampah di sekeliling kita sebaik-baiknya. Karena sampah jika dikelola dengan baik akan memberi keuntungan.
C.   Sampah dibedakan menjadi dua. Sampah basah dan sampah kering. Sampah basah adalah sampah yang  berasal dari limbah rumah tangga. Sedangkan contoh sampah kering adalah sampah yang berupa plastik, kertas, dan bekas kemasan.
D.   Berdasarkan hasil penelitian, sampah yang selama ini dianggap menjijikkan ternyata dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar pengganti minyak tanah. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan dan kelola sampah secara maksimal dan profesional.

40. (1)  Para hadirin semua yang sangat terhormat kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang telah
       diberikan. (2) Semoga amal budi para ibu/bapak mendapat imbalan dari Tuhan.
Agar kalimat (1) menjadi kalimat efektif, kata yang harus dihilangkan adalah....
A.    hadirin, sangat, dan yang
B.     para, semua, dan sangat
C.     hadirin, yang, dan sangat
D.    para, sangat, dan terhormat

41. Pertandingan persija dan persib berakhir Seri. Hal itu membuat para pendukungnya Kecewa. Para   
      pendukung menginginkan idolanya menjadi pemenang Dalam pertandingan tersebut.
Perbaikan penggunaan huruf kapital pada paragraf tersebut adalah....
A
B
C
D
Persija
Persija
Persib
Persija
Persib
Seri
Seri
Persib
Hal
Kecewa
kecewa
Seri
Kecewa
Para
Hal
Kecewa
Dalam
Dalam
Dalam
Dalam

42.  Penduduk desa Makmur mulai berkarya (1) di sawah. Mereka akan menumbuhkan (2) padi. Karena musim penghujan sudah hadir (3). Mereka berharap panen tahun ini lebih baik.
Perbaikan pilihan kata pada paragraf tersebut adalah ....
A.   membajak, menanamkan, ada
B.   membajak, bertanam, ada
C.   membajak, ditanam, datang
D.   membajak, menanam, dating

43.  Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia  mendapat peringkat  di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
A.    Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
B.     Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
C.                 Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi  siang hari
D.    Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih

44.  Perhatikan  pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
      Pergi ke pekan naik sepeda
      […] (1)
      […] (2)

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
A.   (1)  Jangan ragu berbuat baik 
     (2)   Senyum saja sudah ibadah
B.    (1)  Pikir dulu sebelum bertindak
(2)   Menyesal kemudian tiada guna
C.      (1)  Supaya tidak sesal kemudian
            (2) Diperlukan selalu sikap waspada
D.    (1)  Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara

45.  Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut  adalah ....
A.   Bangunkan diriku
B. Terdengar nyaring
C. Kusebut nama-Mu
D. Tepat pukul tiga

46.  Mentari mulai terbit
Ucapkan salam selamat pagi
Senandung burung
Bernyanyi riang
Terbang […]

Pilihan kata yang tepat untuk melengkapi puisi rumpang tersebut adalah....
A. di rumput hijau                      C. jalan setapak
B. pinggir sawah                        D. di angkasa raya

50.                                                                                                               47. Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina  :  Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?
                  (menahan marah)
            Aji    :  […]
Rina  :  Maaf..maaf enak saja!
Aji    : (dengan amat menyesal)
                  Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina  : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji    : (dengan tersenyum)
                  Oke, Bos!       

Dialog  yang tepat untuk melengkapi bagian  rumpang  kutipan drama tersebut adalah...
A.  Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
B.  Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
C. Begitu saja kok kamu marah, Rin.
D. Baiklah aku akan beli yang baru.

Presiden yang didampingi Wapres menegaskan bahwa beban negara ini sangat berat. Untuk bisa mengeluarkan masyarakat dari beban berat itu diperlukan pemimpin yang dipercaya, bersih, tegas, dan pekerja keras. Kita tidak menginginkan kehidupan yang banyak masalah. Kita ingin maju, berkembang, aman, sejahtera, dan makmur. Kalau masyarakat salah memilih, kita akan rugi lima tahun ke depan.


48. Gagasan utama paragraf tersebut adalah ....
  1.     kehidupan yang banyak masalah
  2.     beban negara sangat berat
  3.     keinginan maju, berkembang, sejahtera, dan makmur
  4.     diperlukan pemimpin yang dapat dipercaya
Bacalah teks berikut dengan seksama kemudian kerjakan soal nomor 49 dan 50 !
Teks Berita 1
Teks Berita 2
Bus Padi Mas yang membawa siswa SMA Negeri 5 Purwokerto, Jawa Tengah, sepulang wisata dari Bali, menabrak truk bermuatan bebek di Jalan Raya Ngawi (Jawa Timur). Peristiwa itu terjadi Jumat (13/6) pukul 03.00. Sopir truk dan seorang penumpang truk tewas di tempat kejadian, sedangkan supir bus meninggal dalam pergalanan ke rumah sakit,

Naas dialami Rindi, 8 warga Desa Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu. Kemarin (21/6) sekitar pukul 09.00. Supir diseruduk truk colt diesel pada saat menyeberang di jalan raya hingga luka parah, dengan kondisi cedera berat di lutut kaki kiri, tangan kanan, dan pipi kiri. Akibatnya korban yang duduk di kelas 3 SD tersebut dilarikan ke Dokter Sobirin Lubuk Linggau

49. Kesamaan informasi kedua teks tersebut adalah ….
  1.     supir mengalami cedera
  2.     kecelakaan di jalan raya
  3.     penumpang truk tewas
  4.     truk menabrak siswa SMA
50. Pembedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah ....


Teks Berita 1
Teks Berita 2
A.
apa, kapan, bagaimana
siapa, kapan bagaimana
B.
siapa, di mana, kapan
mengapa, di mana, bagaimana
C.
bagaimana, siapa, di mana
siapa, di mana, mengapa
D.
mengapa, di mana, bagaimana
apa, di mana, kapan

Jumat, 09 September 2011

AYAH


Judul Cerpen : “Ayah … Dimana perasaanmu?”
Alur cerita      : Alur Campuran
Pemeran Cerita : 1) Dessy Anggraini (Seorang Anak)
                           2) Ibu Ratna (Seorang Ibu)
                           3) Pak Rizal (Seorang Ayah)
                           4) Nenek
Ayah..
Dimana perasaanmu?
Aku terlahir dari keluarga Petani. Namaku Dessy Anggraini, atau lebih akrab disapa Dessy. Nama ayahku Rizal sedangkan ibuku Ratna. Aku sangat bahagia sekali mempunyai ayah dan ibu, yang seperti mereka berdua. Walaupun hidup kami bisa dibilang pas – pasan, tapi aku cukup merasa bahagia. Tapi kebahagiaanku tidak berlangsung lama, saat ujian hidupku datang menghampiri , waktu itu usiaku 3,5 tahun. Dari situlah hubungan keluargaku mulai goyah dan mulai tak harmonis lagi. Permasalahan itu dating berawal dari nenekku yang tidak menyukai ayahku. Nenekku ingin kedua orangtuaku berpisah, lalu beliau pun mulai mencampuri urusan keluarga . Dan karena itu ayah dan ibu tidak lagi harmonis.
Semenjak itu ayahku tidak mau tahu lagi tentang apapun yang berkaitan dengan nenekku. Ayahku sempat mengajak aku dan ibuku untuk pindah dari rumah nenekku. Namun, ibukku menolak. Ibuku pun sudah pasrah dengan keadaan itu. Hingga suatu hari ibuku melahirkan seorang bayi laki – laki. Saat pertengkaran itu terjadi ibukku sedang mengandung 2 bulan yang ayahkku tidak mengetahui itu. Lahirnya adikku membuat hidup kami semakin sulit. Ayahku pun tak ada kabarnya. Hingga kami tidak tahu akan kabarnya, sehat ataupun sedang sakit. Hilang kabar tentang ayahku membuat pikiran ibu semakin banyak. Ibu pun bertengkar dengan nenekku yang aku pun tak tahu masalahnya. Alhasil, kami pun diusir oleh nenekku. Kami bingung mencari tempat tinggal. Sampai beberapa saat kami tinggal di dekat rel kereta. Aku tidak tega melihat adikku kedinginan, dan juga ibuku yang terus – menerus menangis. Aku ingin melakukan sesuatu. Namun, itu tidaklah mungkin.
Pagi hari ada sepasang suami istri. Mereka terkejut – kejut melihat kondisi kami yang memprihatinkan. Mereka ternyata adalah saudara dari ayahku. Awalnya aku sangat senang dengan sikap mereka yang peduli. Mereka sangat menyayangi aku dan adikku seperti anak mereka sendiri. Namun, kebahagian itu kami tidak lama kami rasakan dan masalah yang lain pun datang. Bermula dari istrinya yang mulai menyinggu perasaan ibuku. Lama – lama ibuku merasa tidak betah dan ingin pindah. Ibukku megajakku mencari tempat tinggal. Hingga suatu saat ada orang yang menawarkan pekerjaan dan tempat tinggal. Ibuku berkerja sangat gigih. Pekerjaan ibuku adalah menyadap karet yang hasilnya dibagi dua kepada yang pemilik kebun.
Suatu hari ada seorang wanita cantik bertubuh langsing. Wanita itu adalah Susi. Ia merupakan teman kantor ayahku. Ibuku sangat bahagia terlihat dari ekspresi mukannya. Susi pun memberi surat titipan ayahku. Ibu dengan cepat mengambil surat itu. Saat surat itu di buka, Ibu menemukan selembar surat dan beberapa lembar  uang.
“ Ayah kalian masih ingat kepada kalian, dan sepertinya ayah ingin kita pergi ke tempat ayah kalian berada” kata ibu dengan bahagia dan senyum manisnya. Namun, senyum itu hilang ketika ibu membaca surat itu yang berisi :
“Untuk : Ananda tercinta dan anakku tersayang
Sebelumnya aku ingin meminta maaf karena aku tidak dapat memenuhi janjiku. Aku sudah mempunyai keluarga baru dengan kata lain aku sudah menikah lagi. Aku sekali lagi minta maaf dan ini ada sebagian uang untuk anak kita. Dan ini ada nomor telephone agar kau bisa menghubungiku saat ada keperluan.”
Setelah membaca surat itu ibu menangis tersedu – sedu seraya memeluk surat itu erat – erat. Aku pun tidak berani bertanya apa yang sedang terjadi, takut akan melukai hati beliau.
                Biarlah waktu yang menjawab semua ini… sejak kejadian itu ibu murung dan sering menagis tanpa sebab. Ingin rasanya aku membuat ibu tersenyum dan menghapus air matanya. Hinnga suatu hari ada seseorang lelaki yang melamar ibuku. Dan akhirnya mereka berdua menikah dan ibuku mengajak ayah tiri, aku dan adikku ke rumah nenek dan meminta maaf atas segala perbuatannya.
                Semenjak itu mulai muncul senyum ibuku di wajahnya yang manis. Itu membuatku sangat senang. Kehidupan baru yang sangat aku rindukan, dengan adanya kebahagiaan.

THE END

APA ACTION RESEARCH ITU?


PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(Upaya Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui PTK)

A. APAKAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ITU?
Pertanyaan di atas tentu akan menggelitik kita. Betapa tidak, bila kita bicara tentang penelitian, anggapan orang mengatakan penelitian itu pekerjaan seorang ilmuwan. Kalau sudah bicara tentang ilmuwan, maka gambaran yang terbersit dalam kacamata kita adalah pastilah sukar, rumit alias susah binti sulit. Benarkah demikian ? Mengapa sebagian guru merasa penelitian itu sulit? Apakah penelitian itu memerlukan dana yang besar sehingga harus menunggu bantuan?
Selama ini, menulis karya ilmiah merupakan momok bagi para guru. Kurangnya budaya membaca menyebabkan guru kurang dapat menulis dengan baik. Padahal, menulis itu dimulai dari banyak membaca. Kalau sudah banyak membaca, tentunya guru akan tertarik untuk meneliti. Penelitian dimulai dari adanya masalah. Masalah dapat dipecahkan bila kita melakukan penelitian. Penelitian dapat dilakukan bila adanya upaya dari guru untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Masalah PTK harus berawal dari guru itu sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.


PTK atau Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Penelitian Tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan-riset-tindakan…”, yang dilakukan secara siklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis Penelitian Tindakan, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.
Penelitian Tindakan termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Penelitian Tindakan atau Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil action research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar belakang yang mirip dengan yang dimiliki peneliti. Perbedaan antara penelitian formal dengan classroom action research disajikan dalam tabel berikut.
  Tabel 1. Perbedaan antara Penelitian Formal dengan Classroom Action Research
  Penelitian Formal  Classroom Action Research
  Dilakukan oleh orang lain Dilakukan oleh guru itu sendiri
  Sampel harus representative Kerepresentatifan sampel tidak diperhatikan
  Instrumen harus valid dan reliabel Instrumen yang valid dan reliabel tidak diperhatikan
  Menuntut penggunaan analisis statistic Tidak diperlukan analisis statistik yang rumit
  Mempersyaratkan hipotesis Tidak selalu menggunakan hipotesis
  Mengembangkan teori Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung
Dalam PTK, guru harus bertindak sebagai pengajar sekaligus peneliti. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran. Guru adalah orang yang paling akrab dengan kelasnya dan biasanya interaksi yang terjadi antara guru-siswa berlangsung secara unik. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.
Guru pun mempunyai hak otonomi untuk menilai sendiri kinerjanya. Metode paling utama adalah merefleksikan diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian yang sudah baku dan bukan tradisional. Dari berbagai pengalaman penelitian, temuan penelitian tradisional terkadang sangat sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran di sekolah. Karena itu arahan atau petunjuk untuk melakukan PTK dan sumber dananya sangat diperlukan oleh para guru.
Sehubungan hal itu, Fasli Jalal (2006) dalam makalahnya berjudul “Peningkatan Mutu Pendidikan” mengatakan bahwa; “Pada tahun 2007 pemerintah telah memprogramkan tiga kegiatan utama peningkatan profesional guru berkelanjutan berkolaborasi dengan LPTK dan menyediakan dana block grant untuk itu, yakni kegiatan; (1) penelitian tindakan kelas (PTK) bagi 3.837 guru dengan alokasi dana sebesar Rp. 13.653.600.000,-; (2) bimbingan karya tulis ilmiah bagi 10.000 guru dengan alokasi dana sebesar Rp. 50.000.000.000,-; dan (3) pertemuan ilmiah guru, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Pemerintah juga memberikan hak cuti kepada guru yang akan melaksanakan kegiatan penelitian dan penulisan buku pelajaran”.
B. MANFAAT PTK BAGI GURU
Manfaat PTK bagi guru sangat banyak sekali Diantaranya adalah membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran, meningkatkan profesionalitas guru, meningkatkan rasa percaya diri guru, memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan, dan keterampilannya. Namun demikian, PTK sebagai salah satu metode penelitian memiliki beberapa keterbatasan, yang diantaranya : validitasnya yang masih sering disangsikan, tidak dimungkinkan melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas, peran guru yang ‘one man show’ bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering kali membuat dirinya menjadi sangat repot (very busy).
Dengan melakukan PTK, guru menjadi terbiasa menulis, dan sangat baik akibatnya bila guru sekolah negeri atau PNS akan naik pangkat, khususnya dari gol. IVA ke IVB yang mengharuskan guru untuk menuliskan karya tulis. Begitu pun untuk guru sekolah swasta, PTK sangat penting untuk meningkatkan apresiasi, dan profesionalisme guru dalam mengajar. Apalagi dengan adanya program sertifikasi dari pemerintah.
Setiap hari guru menghadapi banyak masalah, seakan-akan masalah itu tidak ada putus-putusnya. Oleh karena itu guru yang tidak dapat menemukan masalah untuk PTK sungguh ironis. Merenunglah barang sejenak, atau mengobrollah dengan teman sejawat, Anda akan segera menemukan kembali seribu satu masalah yang telah merepotkan Anda selama ini.
Adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran di kelasnya merupakan awal dimulainya PTK. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. Langkah menemukan masalah akan dilanjutkan dengan menganalisis dan merumuskan masalah, kemudian merencanakan PTK dalam bentuk tindakan perbaikan, mengamati, dan melakukan refleksi. Namun demikian harus dapat dibedakan antara pengamatan dengan refleksi. Pengamatan lebih cenderung kepada proses, sedangkan refleksi merupakan perenungan dari proses yang sudah dilakukan.
C. SIKLUS PTK
Untuk melaksanakan PTK, dibutuhkan perencanaan (planning) yang matang setelah kita tahu ada masalah dalam pembelajaran kita. Perencanaan itu harus diwujudkan dengan adanya tindakan (acting) dari guru berupa solusi dari tindakan sebelumnya. Lalu kemudian diadakan pengamatan (observing) yang teliti tentang proses pelaksanaannya. Setelah diamati, barulah guru dapat melakukan refleksi (reflecting) dan dapat menyimpulkan apa yang telah terjadi dalam kelasnya.
Keempat langkah utama dalam PTK yaitu merencanakan, tindakan, mengamati, dan refleksi merupakan satu siklus dan dalam PTK siklus selalu berulang. Setelah satu siklus selesai, barangkali guru akan menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum tuntas dipecahkan, dilanjutkan ke siklus kedua dengan langkah yang sama seperti pada siklus pertama.
Dengan demikian, berdasarkan hasil tindakan atau pengalaman pada siklus pertama guru akan kembali mengikuti langkah perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi pada siklus kedua. Siklus yang baik, biasanya lebih dari dua siklus, dan waktu siklus yang baik lamanya sekitar enam bulan atau satu semester.
Keempat langkah dalam setiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut :
Model Kurt Lewin menjadi acuan pokok atau dasar dari berbagai model action research, terutama classroom action research. Dialah orang pertama yang memperkenalkan action research. Konsep pokok action research menurut Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu : (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus. Model Kemmis & Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan Kurt lewin seperti yang diuraikan di atas, hanya saja komponen acting dan observing dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan, terjadi dalam waktu yang sama.
Tahap perencanaan PTK terdiri atas mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, serta merencanakan perbaikan. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi dan Menetapkan Masalah
Selama mengajar kemungkinan guru menemukan berbagai masalah, baik masalah yang bersifat pengelolaan kelas, maupun yang bersifat instruksional. Meskipun banyak masalah, ada kalanya guru tidak sadar kalau dia mempunyai masalah. Atau masalah yang dirasakan guru kemungkinan masih kabur sehingga guru perlu merenung atau melakukan refleksi agar masalah tersebut menjadi semakin jelas. Oleh karena itu, kepala sekolah, atau teman sejawat perlu mendorong guru menemukan masalah atau dapat juga guru memulai dengan suatu gagasan untuk melakukan perbaikan kemudian mencoba memfokuskan gagasan tersebut.

Guru tidak mungkin memecahkan semua masalah yang teridentifikasikan itu secara sekaligus, dalam suatu PTK. Masalah-masalah itu berbeda satu sama lain dalam hal kepentingan atau nilai strategisnya. Masalah yang satu boleh jadi merupakan penyebab dari masalah yang lain sehingga pemecahan terhadap yang satu akan berdampak pada yang lain; dua-duanya akan terpecahkan sekaligus.
Untuk dapat memilih masalah secara tepat guru perlu menyusun masalah-masalah itu berdasarkan kriteria tersebut: tingkat kepentingan, nilai strategis, dan nilai prerekuisit. Akhirnya seorang guru dapat memilih salah satu dari masalah-masalah tersebut, misalnya “Siswa tidak dapat melihat hubungan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain.”
Masalah pembelajaran dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu (a) pengorganisasian materi pelajaran, (b) penyampaian materi pelajaran, dan (c) pengelolaan kelas. Jika Anda sebagai guru berfikir bahwa pembahasan suatu topik dari segi sejarah dan geografi secara bersama-sama akan lebih bermakna bagi siswa daripada pembahasan secara sendiri-sendiri, Anda sedang berhadapan dengan masalah pengorganisasian materi. Jika Anda suka dengan masalah metode dan media, sebenarnya Anda sedang berhadapan dengan masalah penyampaian materi. Apabila Anda menginginkan kerja kelompok antar siswa berjalan dengan lebih efektif, Anda berhadapan dengan masalah pengelolaan kelas. Jangan terikat pada satu kategori saja; kategori lain mungkin mempunyai masalah yang lebih penting untuk dimunculkan. Untuk melakukan hal ini, guru dapat merenungkan kembali apa yang telah dilakukan. Jika guru rajin membuat catatan-catatan kecil pada akhir setiap pembelajaran yang dikelolanya, maka ia akan dengan mudah menemukan masalah yang dicarinya. Agar mampu merasakan dan mengungkapkan adanya masalah, maka seorang guru dituntut jujur pada diri sendiri dan melihat pembelajaran yang dikelolanya sebagai bagian penting dari dunianya.
Setelah mengetahui permasalahan, selanjutnya melakukan analisis dan merumuskan masalah agar dapat dilakukan tindakan (acting).
Dalam PTK, semua masalah harus berada dalam kendali guru dan bukan orang lain.. Guru harus dapat mengendalikan semua masalah yang ada di kelasnya. Jika Anda sebagai guru yakin bahwa ketiadaan buku yang menyebabkan siswa sukar membaca kembali materi pelajaran dan mengerjakan PR di rumah, Anda tidak perlu melakukan PTK untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa di rumah. Dengan dibelikan buku masalah itu akan terpecahkan, dan itu di luar kemampuan Anda. Dengan perkataan lain yakinkan bahwa masalah yang akan Anda pecahkan cukup layak (feasible), berada di dalam wilayah pembelajaran, yang Anda kuasai.
Contoh lain masalah yang berada di luar kemampuan Anda adalah: Kebisingan kelas karena sekolah berada di dekat jalan raya. Masalah yang dibahas pun jangan terlalu besar, misalnya Nilai Ujian Nasional (UN) yang tetap rendah dari tahun ke tahun merupakan masalah yang terlalu besar untuk dipecahkan melalui PTK, apalagi untuk PTK individual yang cakupannya hanya kelas. Faktor yang mempengaruhi Nilai UN sangat kompleks mencakup seluruh sistem pendidikan. Pilihlah masalah yang sekiranya mampu untuk Anda pecahkan. Masalah pun jangan terlalu kecil. Masalah yang terlalu kecil baik dari segi pengaruhnya terhadap pembelajaran secara keseluruhan maupun jumlah siswa yang terlibat sebaiknya dipertimbangkan kembali, terutama jika penelitian itu dibiayai oleh pihak lain. Sangat lambatnya dua orang siswa dalam mengikuti pelajaran Anda misalnya, termasuk masalah kecil karena hanya menyangkut dua orang siswa; sementara masih banyak masalah lain yang menyangkut kepentingan sebagian besar siswa.
Contoh permasalahan PTK :
Ibu Netty seorang guru sejarah menemukan rendahnya motivasi sebagian besar siswa untuk menjawab pertanyaan atau siswa sering tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru di kelasnya. Kesulitan siswa memahami bacaan secara cepat merupakan contoh lain dari masalah yang cukup besar dan strategis karena diperlukan bagi sebagian besar mata pelajaran. Semua siswa memerlukan keterampilan itu, dan dampaknya terhadap proses belajar siswa cukup besar.
Sukarnya siswa berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran, dan ketidaktahuan siswa tentang ‘belajar bagaimana belajar’ merupakan contoh PTK lainnya dari masalah yang cukup besar dan strategis. Dengan demikian pemecahan masalah akan memberi manfaat yang besar dan jelas. Akhirnya seorang harus merasa memiliki dan senang terhadap masalah yang diteliti. Hal itu diindikasikan dengan rasa penasaran guru terhadap masalah itu dan keinginan guru untuk segera tahu hasil-hasil setiap perlakukan yang diberikan. Apakah terjadi perubahan ataukah tidak.
Di dalam melakukan PTK, jangan mencari-cari masalah hanya karena Anda sebagai guru ingin mempunyai masalah yang berbeda dengan orang lain. Pilihlah masalah yang masuk di akal dan nyata (riil), ada dalam pekerjaan Anda sehari-hari dan memang problematik (memerlukan pemecahan, dan jika ditunda dampak negatifnya cukup besar). Masalah yang dikupas dalam PTK adalah masalah yang benar-benar terjadi dalam proses pembelajaran di kelas dan bukan rekayasa guru.
2. Menganalisis dan Merumuskan Masalah
Terkadang secara tidak sadar guru telah melakukan PTK, yakni ketika guru melakukan evaluasi, menganalisis hasil evaluasi, dan tindak lanjutnya. Jika masalah sudah ditetapkan, maka masalah ini perlu dianalisis dan dirumuskan. Mengapa demikian? Tujuannya adalah agar guru paham akan hakikat masalah yang dihadapi, terutama apa yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Perumusan masalah didapatkan dari berbagai masalah yang timbul dalam proses pembelajaran di kelas, lalu pilihlah masalah yang akan dikupas sesuai dengan kerangka teoritis yang dimiliki.

Untuk mengetahui penyebabnya, setiap masalah harus dianalisis, dengan mengacu kepada kerangka teoritis dan pengalaman yang relevan sehingga guru dapat merencanakan pelaksanaan tindakan. Misalnya, untuk menganalisis penyebab contoh permasalahan Ibu Netty yang mengajar sejarah, guru dapat mengacu kepada teori keterampilan bertanya, dan mencari penyebabnya dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut :
1) Apakah rumusan pertanyaan yang dibuat guru sejarah sudah cukup jelas dan singkat?
2) Apakah guru sejarah memberikan waktu yang cukup untuk berpikir sebelum meminta siswa menjawab?
Jika setelah dianalisis, kedua pertanyaan di atas dijawab dengan ya, tentu harus dicari penyebab lainnya, misalnya : apakah penjelasan guru sejarah cukup jelas bagi siswa, apakah bahasa yang digunakan guru sejarah mudah dipahami, dan apakah ketika menjelaskan guru sejarah memberikan contoh-contoh. Jika umpamanya kedua pertanyaan di atas dijawab tidak, maka kita sudah dapat jawaban sementara, yaitu penyebab siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru adalah karena pertanyaan yang diajukan guru sejarah tidak jelas dan sering panjang dan berbelit-belit, serta guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir. Jika ini yang dianggap sebagai penyebab, maka guru sejarah dapat merencanakan tindakan perbaikan, yaitu dengan menyusun pertanyaan tersebut secara cermat, serta berusaha memberikan waktu untuk berpikir sebelum meminta siswa menjawab pertanyaan.

Menganalisis dan merumuskan masalah bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Diperlukan kecermatan guru dalam menganalisis dan merumuskan masalah. Masalah yang dirumuskan harus menjadi bahan dalam penulisan laporan PTK.
3. Merencanakan Tindakan Perbaikan
Berdasarkan rumusan masalah (juga mencakup penyebab timbulnya masalah), guru mencoba mencari cara untuk memperbaiki atau mengatasi masalah tersebut. Dengan perkataan lain, dalam langkah ini, guru merancang tindakan perbaikan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk merancang suatu tindakan perbaikan, guru dapat : (1) mengacu kepada teori yang relevan, (2) bertanya kepada ahli terkait, dan (3) berkonsultasi dengan teman sejawat. Ahli terkait mungkin ahli pembelajaran, mungkin pula ahli bidang studi atau pembelajaran bidang studi. Rencana tindakan perbaikan dituangkan dalam rencana pembelajaran.

Mari kita ambil kasus ibu Netty lagi, yaitu masalah pertanyaan guru yang tidak terjawab oleh siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanyaan yang disusun guru terlampau panjang dan kurang jelas. Di samping itu, guru sering langsung meminta jawaban setelah mengajukan pertanyaan, dan kadang-kadang langsung mengarahkan pertanyaan ini pada siswa tertentu, sehingga siswa yang lain tidak memperhatikan pertanyaan tersebut. Akibatnya, hampir selalu pertanyaan tidak terjawab dan Ibu Netty sering harus menjawab pertanyaannya sendiri atau melupakan pertanyaan tersebut. Dari hasil analisis tersebut, penyebab pertanyaan Ibu Netty yang tidak terjawab adalah: Pertanyaan Ibu Netty terlampau panjang dan tidak jelas Ibu Netty tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dan Ibu Netty sering mengajukan pertanyaan dengan menunjuk kepada siswa tertentu. Apabila dikaji secara cermat ternyata ketiga penyebab tersebut berkaitan dengan pembelajaran, dalam hal ini keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan bertanya.
Oleh karena itu, tindakan perbaikan yang harus dilakukan guru adalah meningkatkan keterampilan bertanya. Tindakan perbaikan ini kita cantumkan dalam rencana pembelajaran yang kita gunakan dalam mengajar. Satu hal yang sangat perlu kita perhatikan adalah bahwa PTK dilakukan dalam pembelajaran biasa, tidak ada kelas khusus untuk melakukan PTK karena pada hakikatnya PTK dilakukan oleh guru sendiri di kelasnya sendiri.
Contoh PTK lainnya adalah: “Jika diberi pelajaran dengan pendekatan terpadu antara geografi, ekonomi, dan sejarah siswa merasa sukar mentransfer keterampilan dari satu pelajaran ke pelajaran lain. Pelajaran yang guru berikan adalah geografi, tetapi guru sering mengaitkan pembahasan dengan mata pelajaran lain seperti ekonomi dan sejarah. Ketika guru meminta siswa mengemukakan hipotesis tentang pengaruh Danau Toba terhadap perkembangan ekonomi daerah, siswa terasa sangat bingung; padahal mereka telah dapat mengemukakan hipotesis dengan baik dalam mata pelajaran geografi. Guru khawatir siswa hanya menghafal pada saat dilatih mengemukakan hipotesis. Padahal dalam kehidupan sehari-hari keterampilan berhipotesis harus dapat diterapkan di mana saja dan dalam bidang studi apa saja. Pada hakikatnya setiap hari kita mengemukakan hipotesis. Ketidakbisaan siswa itu terjadi sepanjang tahun, tidak hanya pada permulaan tahun ajaran. Kelihatannya semua siswa mengalami hal yang sama, termasuk siswa yang cerdas. Guru lain ternyata juga mengalami hal yang sama, siswanya sukar mentransfer suatu keterampilan ke mata pelajaran lain.”
Karena itu, di dalam PTK, guru perlu juga berkolaborasi dengan guru lainnya. Tidak ada yang lebih menakutkan daripada kesendirian. Dalam PTK guru perlu bertukar fikiran dengan guru mitra lainnya dari mata pelajaran sejenis atau guru lain yang lebih senior dalam menentukan dan menyelesaikan masalah pembelajaran.
D. BAGAIMANA MELAKSANAKAN PTK DI SEKOLAH?
Dengan melihat contoh kasus Ibu Netty, tindakan pertama adalah implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran seperti yang telah direncanakan untuk mengatasi masalah. Karena penyebab pertanyaan Ibu Netty yang sering tidak terjawab sudah diketahui, maka tindakan yang harus dilakukannya adalah : (1) Membuat pertanyaan secara jelas dan tidak terlampau panjang. (2) Pertanyaan ditujukan kepada seluruh siswa. (3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dulu sebelum menjawab.
Dalam tahap pelaksanaan tindakan, guru berperan sebagai pengajar dan pengumpul data, baik melalui pengamatan langsung, maupun melalui telaah dokumen, bahkan juga melalui wawancara dengan siswa setelah pembelajaran selesai. Guru juga dapat meminta bantuan kolega guru lainnya untuk melakukan pengamatan selama guru melakukan tindakan perbaikan. Selama proses belajar akan dilakukan observasi menyangkut aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Antara lain, bagaimana kualitas jawaban siswa dan apakah motivasi siswa menjawab pertanyaan guru meningkat?.Apakah hasil belajar siswa meningkat? Data yang dikumpulkan selama tindakan berlangsung kemudian dianalisis.
E. REFLEKSI
Berdasarkan hasil analisis ini guru melakukan refleksi, yaitu guru mencoba merenungkan atau mengingat dan menghubung-hubungkan kejadian dalam interaksi kelas, mengapa itu terjadi, dan bagaimana hasilnya. Hasil refleksi akan membuat guru menyadari tingkat keberhasilan dan kegagalan yang dicapainya dalam tindakan perbaikan. Hasil refleksi ini merupakan masukan bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan perbaikan berikutnya. Refleksi pertama dapat dilakukan oleh guru bersama siswa dengan tujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dengan jalan mengidentifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang masih dihadapi. Kemudian, setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak hasil refleksi tersebut digunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus kedua atau siklus berikutnya
Refleksi yang dilakukan pada akhir siklus pertama bertujuan untuk meng-identifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang masih dihadapi. Hasil refleksi ini kemudian digunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus kedua atau berikutnya.
Tindakan kedua berupa implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran yang telah direvisi untuk mengatasi masalah pada siklus pertama yang belum tuntas. Selama proses belajar pada siklus kedua ini juga akan dilakukan observasi menyangkut aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Refleksi kedua juga dilakukan oleh guru bersama siswa bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan tindakan pada siklus kedua dengan jalan mengidentifikasi baik kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh maupun kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang masih dihadapi.
Berdasarkan hasil refleksi tersebut dapat disimpulkan berhasil tidaknya keseluruhan tindakan implementasi pembelajaran di dalam kelas terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Apabila pada siklus kedua tujuan PTK sudah dapat tercapai, maka tidak perlu dilanjutkan siklus berikutnya. Tetapi apabila tujuan belum tercapai, maka perlu dilanjutkan siklus berikutnya. Kemudian, setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak hasil refleksi tersebut digunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus ketiga. Guru dapat membuat jurnal atau catatan seluruh kegiatan PTK yang telah dilakukannya. Catatan tersebut dapat digunakan untuk menyusun suatu karya ilmiah yang dapat disebarluaskan menjadi suatu inovasi, dan dapat dimanfaatkan oleh guru-guru lainnya dalam melaksanakan PTK.
Adapun siklusnya dapat digambarkan dengan gambar sebagai berikut :
F. IMPLEMENTASI PTK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya.
Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research ). Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Fasli Jalal (2006). Peningkatan Mutu Pendidikan. (Seminar Nasional Pendidikan). Jakarta
Hardjodipuro, S. (1997). Action Research. Jakarta: IKIP Jakarta.
Ishaq, M. F(1997). Action Research. Malang: Depdiknas.
Mukhlis, A. (2001). Penelitian Tindakan Kelas, Konsep Dasar dan Langkah – langkah. Surabaya: Unesa.
Rochiati Wiriatmadja, (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas, UPI Bandung dan Rosda
Supriyadi, (2005), Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), Jakarta: Universitas Negeri Jakarta
Susilo, H. (2003). “Konsep dan Prosedur Penelitian Tindakan Kelas bagi Pengembangan Profesi Guru dan Dosen MIPA.” Makalah Seminar Exchange Experience dan Workshop Pembelajaran MIPA Konstektual Menyongsong Implementasi KBK di Malang tanggal 9 – 12 Juli 2003.
Tim Pelatih Proyek GSM. (1999). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Tim PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah.
Jakarta: Proyek PGSM, Dikti.