Minggu, 11 Desember 2011

KARYA TULIS ILMIAH


PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
oleh:
Sugiyatno, M.Pd.


TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.

ISI DAN MATERI
Isi dari Penulisan karya tulis ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1. Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.

BENTUK LAPORAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Bentuk laporan penulisan Karya Tulis Ilmiah terdiri dari:

A. Bagian Awal.
Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
 

B. Bagian Tengah.
Bagian tengah ini terdiri dari: 1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran

C. Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:
1. Daftar Pustaka
2. Lampiran

Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Karya Tulis Ilmiah dapat dilihat sebagai berikut:

A. BAGIAN AWAL
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah yakni sebagai berikut :

1. Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.

2. Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

3. Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing atau guru pembina, Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing.

4. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan karya tulis dengan maksimal 1 halaman.
5. Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan karya tulis (a.l. Kepala Sekolah, Guru, rekan dll ).

6. Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.

7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram

B. BAGIAN TENGAH

1. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Karya tulis ilmiah

2. Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

3. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

4. Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

5. Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

C. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan

- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
 

CONTOH STANDAR TEKNIK PENULISAN
1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.

2. Penomoran Halaman
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
- Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.

3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
- Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
- Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang ada di bab III.

4. Penulisan Daftar Pustaka
- Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
- Ditulis menurut kutipan-kutipan
- Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
- Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
- Gelar tidak perlu disebutkan.
- Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
- Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
- Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka
Satu Pengarang
1. Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
2. Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago: University of Chicago Press.

Dua Pengarang
1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt
2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia

Tiga Pengarang
1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.

Lebih dari Tiga Pengarang
1. Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
2. Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama
1. Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

Tanpa Pengarang
1. Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.

Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
1. Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Buku Jurnal atau Buletin
1. Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
2. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.

5. Format Pengetikan
- Menggunakan kertas ukuran A4.
- Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm
Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
- Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
- Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
- Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Besar
Isi 12 / Normal
Subbab 12 / Tebal

6. Hasil Penulisan Karya tulis ilmiah
- Dijilid berbentuk buku. Halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka
- Dipresentasikan di hadapan para penguji, usahakan menggunakan Power Point.
- Usahakan diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word dan dicetak dengan printer.

LAMPIRAN.
Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA
• Panduan Penulisan Ilmiah, 2007, Jurusan Sistem Informasi, STMIK-Mikroskil.
• Notohadiprawiro, T., 2006, Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah, Latihan Dasar Pemeriksa Karantina Ikan. Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian Yogyakarta. 2 Nopember – 15 Desember 1992.

Kamis, 08 Desember 2011

TUGAS KELAS VII BL 10 Membaca Intensif Buku Biografi


KRAWANG-BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948)

DIPONEGORO
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai  
Maju
Serbu
Serang
Terjang

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

CHAIRIL ANWAR %
Chairil Anwar (1922-1949)
Penyair Legendaris Indonesia
Puisi-puisi “Si Binatang Jalang” Chairil Anwar telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan bangsanya. Pria kelahiran Medan, 26 Juli 1922, ini seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.
Chairil memang penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk: “Krawang-Bekasi”, yang disadurnya dari sajak “The Young Dead Soldiers”, karya Archibald MacLeish (1948).
Dia juga menulis sajak “Persetujuan dengan Bung Karno”, yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.
Bahkan sajaknya yang berjudul “Aku” dan “Diponegoro” juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka
Chairil Anwar yang dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan ’45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Hari meninggalnya diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.
Chairil menekuni pendidikan HIS dan MULO, walau pendidikan MULO-nya tidak tamat. Puisi-puisinya digemari hingga saat ini. Salah satu puisinya yang paling terkenal sering dideklamasikan berjudul Aku ( “Aku mau hidup Seribu Tahun lagi!”). Selain menulis puisi, ia juga menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia. Dia juga pernah menjadi redaktur ruang budaya Siasat “Gelanggang” dan Gema Suasana. Dia juga mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” (1946).
Kumpulan puisinya antara lain: Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus (1949); Deru Campur Debu (1949); Tiga Menguak Takdir (1950 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin); Aku Ini Binatang Jalang (1986); Koleksi sajak 1942-1949", diedit oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986); Derai-derai Cemara (1998). Buku kumpulan puisinya diterbitkan Gramedia berjudul Aku ini Binatang Jalang (1986).
Karya-karya terjemahannya adalah: Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948, Andre Gide); Kena Gempur (1951, John Steinbeck).
Sementara karya-karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol adalah: “Sharp gravel, Indonesian poems”, oleh Donna M. Dickinson (Berkeley, California, 1960); “Cuatro poemas indonesios, Amir Hamzah, Chairil Anwar, Walujati” (Madrid: Palma de Mallorca, 1962); Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York, New Directions, 1963); “Only Dust: Three Modern Indonesian Poets”, oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets, 1969);
The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany, State University of New York Press, 1970); The Complete Poems of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang, dengan bantuan HB Jassin (Singapore: University Education Press, 1974); Feuer und Asche: sämtliche Gedichte, Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag, 1978); The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, oleh Burton Raffel (Athens, Ohio: Ohio University, Center for International Studies, 1993)
Sedangkan karya-karya tentang Chairil Anwar antara lain:
1) Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953); 2) Boen S. Oemarjati, “Chairil Anwar: The Poet and his Language” (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972); 3) Abdul Kadir Bakar, “Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar” (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974); 4) S.U.S. Nababan, “A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar” (New York, 1976); 5) Arief Budiman, “Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan” (Jakarta: Pustaka Jawa, 1976);
6) Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976; 7) H.B. Jassin, “Chairil Anwar, pelopor Angkatan ’45, disertai kumpulan hasil tulisannya”, (Jakarta: Gunung Agung, 1983); 8) Husain Junus, “Gaya bahasa Chairil Anwar” (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984); 9) Rachmat Djoko Pradopo, “Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern” (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985); 10) Sjumandjaya, “Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987); 11) Pamusuk Eneste, “Mengenal Chairil Anwar” (Jakarta: Obor, 1995); 12) Zaenal Hakim, “Edisi kritis puisi Chairil Anwar” (Jakarta: Dian Rakyat, 1996 dari berbagai sumber).
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)


Bubuhkan tanda centang (√) pada pernyataan yang sesuai dengan isi teks!
a. Puisi-puisi Chairil Anwar dibaca bangsa-bangsa lain di berbagai belahan dunia.
b. Puisi karya Chairil Anwar memberikan inspirasi pada para pejuang untuk meraih kemerdekaan Indonesia.
c. Meski telah meninggal pada tahun 1949, Dewan Kesenian Bekasi memberikan penghargaan kepada Chairil Anwar sebagai penyair besar Indonesia.
d. Chairil Anwar menciptakan trend (kecenderungan) baru dalam penggunaan kata dalam berpuisi.
e. Kata-kata yang digunakan Chairil Anwar dalam menulis puisi terkesan sangat lugas, solid, dan kuat.
f. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC.
g. Hari meninggalnya Chairil Anwar diperingari sebagai hari besar nasional oleh seluruh bangsa Indonesia.
h. Selain menulis puisi dalam bahasa Indonesia, Chairil Anwar menulis puisi dalam bahasa asing.
i. Banyak karangan (buku, artikel, makalah) yang ditulis ilmuwan dan sastrawan yang membahas Chairil Anwar dan karya-karyanya.
j. Chairil Anwar adalah salah satu penyair legendaris Indonesia.

Minggu, 27 November 2011

Tugas Kelas IX Bl 1 dan IX Bl 2 : Menulis Karya Tulis Sederhana

Menulis Karya Ilmiah Sederhana dengan Menggunakan Berbagai Sumber

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Dengan menguasai keterampilan tersebut, kamu dapat menuangkan apa yang kamu pikirkan dalam bentuk tulisan. Selain itu, kamu juga dapat mengemukakan gagasan dan argumentasi kamu dalam bentuk tulisan yang sederhana sehingga dapat dibaca orang lain. Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih menulis karya ilmiah sederhana dengan menggunakan berbagai sumber acuan dan teori untuk mendukung pendapat dan argumentasi kamu.
1. Mengamati peristiwa berita runtuhnya  Jembatan Kartanegara atau kerusakan lingkungan disebabkan penambangan  Batu Bara, iligal logging dan Mengemukakan Pendapat dan Argumentasi
Bila kita membaca, menonton televisi, atau menyaksikan keadaan lingkungan di sekitar, sering kita melihat keadaan lingkungan yang sangat memprihatinkan. Misalnya, penggundulan hutan, rusaknya hutan lindung, rumah-rumah kumuh, sampah, bencana banjir, runtuhnya Jembatan Kartanegara dan sebagainya. Melihat itu semua, tentu ada sesuatu yang ingin kita ungkapkan secara tertulis. Mungkin ide, pendapat, atau pemecahan masalah! Nah, itu semua dapat kita tulis.
Amatilah kejadian atau peristiwa runtuhnya Jembatan Kartanegara! Kesan apa yang kamu peroleh?
Dengan mengamati peristiwa melihat langsung atau menoton berita di telivisi atau membaca di koran  tentu kamu dapat mengidentifikasi apa yang dilukiskan dalam peristiwa  tersebut. Kemukakan pendapatmu tentang keadaan lingkungan yang dilukiskan pada peristiwa tersebut! Diskusikan dengan teman di dekatmu tentang apa yang terjadi dalam peristiwa itu! Tuliskan pendapat yang disertai alasan (argumen) mengenai keadaan lingkungan yang terdapat dalam peristiwa  tersebut dalam bentuk karya tulis sederhana!

Sebelum kamu menyusun sebuah karya ilmiah sederhana , terlebih dahulu kamu harus mengetahui sistematika dan menyusun kerangkanya. Secara garis besar sistematika karya ilmiah minimal terdiri atas pendahuluan, isi, penutup, dan daftar pustaka. Adapun fungsi kerangka karangan adalah sebagai pemandu pada saat kamu akan menyusun sebuah karangan yang utuh. Untuk dapat menyusun kerangka karangan perhatikan langkah-langkah berikut!
a. Tuliskan pendapatmu secara berurutan!
b. Tentukan topik! Kemaslah judul itu dalam pernyataan yang menarik!
c. Gunakan buku sumber untuk mendukung pendapat atau argumenmu dari berbagai sumber (majalah,  
    koran, buku pelajaran, buku bacaan, atau pendapat orang)
d. Identifikasilah hal-hal yang mendukung masalah yang akan kamu bahas!
e. Klasifikasikan masalah tersebut secara berurutan!
f. Susunlah sebuah kerangka karangan!

Senin, 21 November 2011

Tugas Kelas IX BL 1 dan 2 Pesan dalam Ceramah atau Pidato

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian sehingga pada kesempatan ini kita dapat bersama-sama berkumpul dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Bapak/Ibu guru yang saya hormati dan anak-anak sekalian yang berbahagia.
Dalam memperingati Hari Anak Nasional kali ini, perlu kita renungkan kembali apa yang telah tersirat dalam GBHN tentang Pembinaan Anak dan Remaja, bahwa pembinaan anak sebagai generasi penerus bangsa harus dilakukan sedini mungkin di lingkungan keluarga dan pembinaan tersebut harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan ibu, masa bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, melalui peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, peningkatan mutu gizi, peletakan dasar-dasar kepribadian, kecerdasan, dan sosial, penumbuhan kesadaran akan hidup sehat, pembiasaan awal dalam berperilaku kehidupan beragama dan berbudi luhur, serta peningkatan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Oleh karena itu, sudah selayaknya apabila anak menjadi pusat perhatian dalam pembangunan bangsa dan diarahkan untuk menumbuhkembangkan kesehatan jasmani, rohani, dan sikap sosialnya secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, mereka akan dapat menjadi warga negara dan anggota masyarakat yang berkesanggupan untuk mencapai tingkat kehidupan yang layak, sehat, bahagia, serta sejahtera lahir dan batin dalam masyarakat yang aktif membangun.
Bapak/Ibu guru dan anak-anak yang berbahagia.
Untuk mewujudkan cita-cita menyejahterakan anak Indonesia, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada acara peringatan Hari Anak Nasional, perlu diupayakan dan diwujudkan agar hak-hak anak, baik dari aspek kelangsungan hidup maupun perkembangan dan perlindungan anak sebagai tunas bangsa dapat dipenuhi sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.
Harus kita akui bahwa selama ini perhatian pemerintah terhadap pembangunan sektor pendidikan cukup besar. Hal ini antara lain telah dicanangkan Program Wajib Belajar 9 Tahun, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong pembangunan jangka panjang dan kehidupan global. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kegiatan pembinaan anak secara terencana, terarah, terpadu, dan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.
Untuk itu, saya berpesan kepada anak-anakku tercinta.
Belajarlah dengan tekun, disiplin, kreatif, dan tumbuhkan rasa percaya diri dan sikap hidup mandiri yang nantinya di masa mendatang kalian menjadi harapan untuk menerima estafet kepemimpinan bangsa tercinta ini.
Di samping itu, saya harapkan pula kepada semua Bapak/Ibu guru agar selalu perperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang saling Asih-Asah-Asuh untuk mengantar anak menghadapi era globalisasi agar mereka memiliki ketangguhan dan kemandirian.
Akhirnya, dengan peringatan Hari Anak Nasional, dengan tema “Saya Anak Indonesia“ dan subtema “Anak Indonesia Sehat dan Bahagia” diharapkan agar masyarakat dan para orang tua dapat memberikan kesempatan pada setiap anak untuk hidup sehat, bahagia, bergembira, dan menikmati keberadaannya sebagai seorang anak yang memiliki masa depan yang lebih cerah.
Semoga Tuhan yang Maha Esa memberkahi kita semua. Amin.
Wabilahitaufikwalhidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Setelah kamu mencatat hal-hal pokok yang terdapat dalam pidato tersebut, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini!
(1) Dalam peristiwa apa pidato itu disampaikan ?
(2) Siapakah yang menjadi sasaran pidato itu ?
(3) Kapan pidato itu dilakukan ?
(4) Menurutmu apakah harapan Kepala Dinas dalam pidatonya tersebut ?
(5) Diskusikan dalam kelompok topik pidato tersebut!
(6) Setujukah kamu dengan isi pidato itu, berilah alasannya!


 Mengenali Ciri Pesan
Tentunya dalam kehidupanmu kamu sering mendapat pesan/nasihat yang dapat saja terselip dalam pidato/ceramah/khotbah. Dari siapa saja kamu mendapat pesan/nasihat? Amati pesan berikut!

Jangan berdua-duaan!
Karena itu berbahaya.
Jaga diri baik-baik! Jangan mudah tergoda
kenikmatan sesaat tetapi menghancurkan
dunia akhirat!
Hati-hatilah memilih teman!
Teman bisa membuat kamu jadi baik
atau malah menjerumuskan.
Tuhan saja mau memaafkan kesalahan
hambanya betapa pun besarnya kesalahan itu.
Mengapa kita manusia tidak mau memaafkan?
Belajar dengan SKS (sistem kebut semalam)
tidak banyak berguna. Mana bisa satu malam
dapat mencerna semua materi?
Bisa-bisa malah sakit waktu ujian.
Cintailah cinta agar hidup
lebih bermakna!
Jangan main api, bisa terbakar nanti!
Pergi ke dunia lepas anakku sayang
Pergi ke hidup bebas
Selama angin masih buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba padang hijau

Diskusikan dengan temanmu hal-hal berikut!
a. Apa saja isi nasihat/pesan yang ada dalam contoh tersebut?
b. Dari contoh tersebut, kelompokkan pesan yang bersifat langsung dan pesan yang bersifat tidak langsung!
c. Jelaskan ciri pesan yang bersifat langsung/tidak langsung ditinjau dari bentuk bahasanya!

Kamis, 17 November 2011

TUGAS KELAS VII BL 10 MENENTUKAN IDE POKOK DALAM PARAGRAF

Bacalah wacana berikut lalu tentukan gagasan utama tiap paragraf!
                                            
                Televisi Sekolah Pasti Asyik Banget

           Media informasi dan komunikasi SMP dan SMA adalah majalah dinding,
koran, dan majalah atau paling top, ya, radio sekolah. Sekolah yang mempunyai
stasiun televisi, meski cuma laboratorium, masih jarang sekali. Apalagi sampai
memproduksi acara televisi sendiri, lalu mengudara di lingkup sekolah.
           Sejumlah perguruan tinggi dan sekolah menengah atas, terutama yang
mempunyai jurusan ilmu komunikasi dan broadcasting, biasanya mempunyai
laboratorium televisi. Universitas Dian Nuswantoro Semarang, misalnya
mempunyai TiviKu. Dulu teve kampus, kini menjadi teve komersial. Jurusan
          Komunikasi Undip, SMK Grafika, SMK 1 Kendal, dan SMK Pati juga
mempunyai laboratorium televisi. Karena laboratorium, maka hanya dipakai
sebatas untuk praktik, belum digarap serius untuk mengudara secara rutin.
          Adapun SMP Labschool Rawamangun, Jakarta sudah menggarap secara
serius televisi sekolah yang diberi nama Labs TV. Langkah sekolah di kompleks
Unversitas Negeri Jakarta (UNJ) itu layak diikuti sekolah lain. Januari lalu, Labs
TV uji coba siaran. Liputan para siswa yang sudah diedit, ditayangkan, dan
ditonton guru serta siswa lewat layar televisi di berbagai ruangan di sekolah.
         Kru Labs TV adalah para siswa yang mengikuti ekskul broadcast. Semua
proses produksi (wawancara, liputan, dan pengeditan) dilakukan siswa. Yang
menjadi presenter pun mereka.
         Siaran Labs TV tidak sebatas siaran tunda tapi juga liputan langsung,
wawancara dengan kepala sekolah, ketua OSIS, dan orang tua siswa. Sesekali
materi acara diselingi siaran musik.
         Materi acara berhubungan dengan aktivitas sekolah seperti info sekolah,
pesan dari kepala sekolah, atau bincang-bincang dengan sejumlah narasumber.
Seperti yang diberitakan Republika Online, para siswa yang terlibat dalam
produksi sangat antusias. Murid dan guru yang menyaksikan juga tidak kalah
semangat. Mereka berkerumun di dekat televisi, memelototi acara demi acara.
         Ketua OSIS SMP Labschool, Iqbal Jordy Purwanto, mengatakan bahwa kru
yang terlibat dalam produksi acara mendapat banyak pengalaman. Salah seorang
siswa yang menjadi reporter, Adrian, sependapat. Dia bangga bisa mewawancara
orang terkenal seperti Butet Kartaredjasa, Dhea Ananda, dan Dwi Andhika.
          Oh iya, kerja para siswa itu didampingi pekerja televisi profesional. Mereka
memakai peralatan stasiun televisi sungguhan, bukan handycam. Sebelum terjun
ke lapangan, mereka sudah dibekali pengetahuan praktis dunia pertelevisian.
                                                 Suara Merdeka, 8 April 2007 (dengan pengubahan)